« TIDAK HANYA MENYALA,SEBENTAR LAGI MELEDUK DIAN..
TEPI SAWAH UBUD.. »


HATI, CINTA, SAYANG,LOVE, CARE,NEED or whatever u call it..

Posted by Wulan Guritno on Feb 9, 2008

Sebelumnya mohon maaf, karena sedikit narcist yang satu ini hehehe, and sebelumnya again, nonton ya mulai 14 february ini, and oh ya, malam ini ada juga loh midnight nya, tetapi ga di semua bioskop, jakarta ada di PIM,PS,CITOS,GADING dan HOLLYWOOD, dan di beberapa 21 di SURABAYA,MEDAN dan MAKASAR… thank you before…

Tidak tahu sengaja atau tidak tetapi akhirnya tepat, film berjudul LOVE di tayangkan tepat tanggal 14 february, tanggal jatuhnya hari yang kita sebut valentine’s day, hihihi memang sih bukan tradisi kita tapi tidak bisa di pungkiri seneng ya kalau valentine’s day datang, mengharap maybe there will be a suprise been put up for us and waiting to be discovered hehe… Well, kalau tradisi luar, em internasional now, ya tidak apa-apa sih jadi bagian dari kita, asal masih masuk akal dan bisa di pertanggung jawabkan, toh for example when valentine are near to come, mulailah semua toko-toko mejual atribut-atribut bernafaskan hari kasih sayang ini, PINK,HEART dll, yasudah tidak apa2 sepertinya for the bisnis juga bagus…

Kalau buat aku, tidak merayakan sih, tapi mengharap juga hehe… dulu sewakyu masih di bangku SD, untuk valentine aku dan sahabat-sahabat perempuanku menyiapkan kado untuk ajang tukeran kado pada saat hari valentine tiba… Begitu sudah menjadi ‘Perawan Cilik’, ’sebutan eyang putri aku untuk anak gadis yang sudah mendapat menstruasi, yah sekitar belasan tahun, duduk di bangku SMP’, pada saat dekat hari valentine, pasti aku sudah sibuk siap-siap menyiapkan baju berwarna jambon untuk di pakai pada saat hari H, siapa tau di ajak ke acara party ala-ala anak-anak ABG, dan berharap pada saat di jemput sang arjuna sambil membawa kado, bunga mawar, atau sekotak coklat, dengan di selipkan kartu yang isinya puisi… Lebih dewasa lagi otomatis mengharapkan treatment lebih dewasa untuk surprise yang akan di berikan, like di bawa somewhere romantic dengan mata di tutup, candlelight dinner, or maybe a ring and ure charming prince pop the question then live happely ever after…

But that third chapter, yang kisah dewasa, did’nt happen like that for my case, i got married really young, karena nafsu dan emosi dan tanpa persetujuan dari pihak keluarga, so i ran from home untuk mewujudkan keinginan hidup bersama, sehidup semati, in goodness and badness, in sickness and healthness, or in richer and poorer… But itu semua juga did’nt happen, begitu menikah pelan-pelan everything went wrong, and ya otomatis at the end kembali ke keluarga lagi, aku yakin itu terjadi karena memang kita belum cukup umur dan restu orang tua itu memang penting… Di akhir keputusan ‘ok,memang cerai adalah jalan terbaik’, semuanya juga tidak berjalan dengan baik-baik, semuanya berlangsung dengan penuh kebencian,dendam,emosi dan mementingkan kepentingan masing-masing tanpa memikirkan si anak, seperti yang kita lihat di sekitar kita atau infotaiment-infotaiment, semakin di terapkan penyelesaian-penyelesaian seperti ini… Aku tidak menyesali terjadinya perceraian itu, karena memang itu yang harus terjadi, sudah tidak ada kecocokan, hubungan sudah mencapai relationship yang tidak sehat dan itu menghambat perkembangan segala sesuatu ke depannya dalam hidup kita, dan memang sepertinya jodoh kita hanya sampai di situ, memang kedengarannya klise, tetapi yah begitulah… Yang aku sesalkan adalah cara penyelesaian nya…

Seperti peran saya dalam film ini ‘LOVE’ ada well setidaknya sedikit kemiripan, penyelesaian dalam film ini lah yang, i wish i did it that way, and i hope juga untuk semua yang sedang mengalami saat ini, karena kisah saya sudah lewat, mungkin ada sisa-sisa yang masih bisa diperbaiki, juga untuk kisah-kisah lain yang sudah lewat…


Leave a Reply

Comment